Banyak orang malas membuat pembukuan untuk usahanya. Memang topik pembukuan ini merupakan fakta yang sering dihindari oleh para pengusaha, khususnya para pengusaha baru.
PEMBUKUAN DALAM BISNIS | BISNIS RAKYAT
Pembukuan adalah proses pencatatan untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan suatu perusahaan atau organisasi dan dilakukan secara teratur. Pencatatan ini meliputi harta, modal, biaya, kewajiban, penghasilan dan serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, dan ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca , dan laporan laba rugi untuk periode tahun tersebut.
Ada kisah menarik...
kisah Bapak Tata, seorang pengusaha kue semprong. Ini hanyalah kisah Fiktip yang mungkin bisa memberikan gambaran mengenai pembukuan yang ia lakukan.
Pada bulan Ramadhan 2013, waktu itu bisnisnya sedang naik daun. Pesananpun meningkat mencapai 300 kg. Para pembeli mentransfer uang ke rekeningnya. Dengan Omzetnya saat itu Bapak Tata merasa uangnya sangat banyak. Dan Ketika ada anggota keluarga yang tengah membutuhkan sesuatu, Bapak Tata tak segan untuk membantu dan membelikan kebutuhan keluarganya tersebut. Karena ia pikir saat itu ia punya uang banyak.
Dan pada saat Lebaran ia pun pulang kampung dengan uang yang ada di rekening tersebut.
Setelah Lebaran baru terasa, ternyata uang Bapak Tata habis dan tak tersisa.
Yang paling disesali, Bapak Tata tidak tahu berapa keuntungan bisnis yang diperoleh selama Ramadhan tersebut.
“Mungkin karena uang itu tidak dipisahkan antara uang pribadi dengan usaha, jadi pengeluarannya tak terkontrol”.
Dari gambaran cerita Bapak Tata bisa disimpulkan, bahwa pembukuan dan mengatur keuangan dalam bisnis sangatlah penting.
Mengapa pembukuan sangat penting ?
Bagaimana cara pembukuan yang baik?
Berikut ada tips dan trik seputar pembukuan :
Baca artikel lainnya, Jagung dan Manfaatnya, Manfaat Ubi Ungu, 19 Manfaat Makan Pisang, Kunjungi juga situs resmi kami http://bisnisrakyat.net/
PEMBUKUAN DALAM BISNIS | BISNIS RAKYAT
Apa itu pembukuan?
Ada kisah menarik...
kisah Bapak Tata, seorang pengusaha kue semprong. Ini hanyalah kisah Fiktip yang mungkin bisa memberikan gambaran mengenai pembukuan yang ia lakukan.
Pada bulan Ramadhan 2013, waktu itu bisnisnya sedang naik daun. Pesananpun meningkat mencapai 300 kg. Para pembeli mentransfer uang ke rekeningnya. Dengan Omzetnya saat itu Bapak Tata merasa uangnya sangat banyak. Dan Ketika ada anggota keluarga yang tengah membutuhkan sesuatu, Bapak Tata tak segan untuk membantu dan membelikan kebutuhan keluarganya tersebut. Karena ia pikir saat itu ia punya uang banyak.
Dan pada saat Lebaran ia pun pulang kampung dengan uang yang ada di rekening tersebut.
Setelah Lebaran baru terasa, ternyata uang Bapak Tata habis dan tak tersisa.
Yang paling disesali, Bapak Tata tidak tahu berapa keuntungan bisnis yang diperoleh selama Ramadhan tersebut.
“Mungkin karena uang itu tidak dipisahkan antara uang pribadi dengan usaha, jadi pengeluarannya tak terkontrol”.
Dari gambaran cerita Bapak Tata bisa disimpulkan, bahwa pembukuan dan mengatur keuangan dalam bisnis sangatlah penting.
Mengapa pembukuan sangat penting ?
- Pembukuan diperlukan untuk mengetahui usaha kita dalam kondisi untung atau rugi, kita juga bisa membandingkan kondisi keuangan tahun lalu ( sebelumnya ) dengan saat ini, maka kita dapat mengetahui apakah usaha kita memiliki kenaikan laba, atau sebaliknya malah merugi. Beberapa hal yang menjadi parameter sukses atau tidaknya sebuah usaha ada banyak. Di antaranya adalah kinerja SDM, kinerja keuangan, kinerja operasional dll. Walaupun demikian semuanya akan bergantung pada satu keputusan yaitu perusahaan itu untung atau tidak. Sehingga membuat parameter kinerja keuangan menjadi sangat berperan bagi perusahaan. Laporan keuangan yang bersumber dari pembukuan dapat menunjukkan itu semua.
- Pembukuan bisa digunakan sebagai alat kontrol keuangan usaha. Kita bisa mengetahui biaya mana yang tidak perlu dan biaya mana yang merupakan pemborosan. Sehingga biaya tersebut dipotong dan akan mengefisienkan usaha dengan lebih baik. Tanpa adanya pembukuan, hal itu tidak mungkin bisa dilakukan, karena secara nyata angka itu tidak pernah tercatat.
- Pembukuan bisa dijadikan alat pengambilan keputusan. Mengapa? Dengan melihat perkembangan keuangan dari tahun ke tahun, kita bisa melihat, haruskah perusahaan berinvestasi kembali ke alat-alat produksi misalnya (itu juga bila kita memiliki banyak uang kas), atau fokus pada pemasaran (jika angka penjualan menurun ) atau keputusan-keputusan lainnya, yang didasarkan pada kondisi keuangan saat itu.
- Dengan melakukan pembukuan berarti kita sudah berperan sebagai warga negara yang baik, dengan melaporkan pajak hasil usaha yang dilakukan. Perhitungan pajak didasarkan pada laporan keuangan hasil usaha dari neraca dan laporan laba rugi.
- Pembukuan usaha, nantinya berakhir ke dalam bentuk laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar, layak tidaknya usaha tersebut jika menerima tambahan modal dari pihak lain seperti investor, pihak perbankan, dan perusahaan ventura. Dasar laporan keuangan ini merupakan ketentuan wajib bagi lembaga keuangan untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Laporan keuangan ini menunjukkan baik tidaknya kondisi perusahaan, dilihat dari untung-rugi, efisien atau boros, dan pengelolaan aset usaha.
Berikut ada tips dan trik seputar pembukuan :
- Semua biaya harus dicatatat, tanpa kecuali.
- Jika pelaku usaha adalah pengusaha baru (kurang dari 1 tahun membuka usaha), maka pada tahun-tahun awal akan banyak biaya tak terduga. Hal itu harus bisa diantisipasi dan dicatat untuk bisa mempersiapkan biaya operasional tahun berikutnya.
- Beri gaji untuk diri sendiri. Digunakan untuk mengantisipasi apakah usaha itu untung atau rugi. Pada poin ini, pelaku usaha sudah bisa menjaminkan dirinya untuk bisa membiayai hidupnya hanya dari gaji usahanya sendiri. Sehingga kalaupun usahanya rugi, pengusaha itu masih bisa makan, dan memenuhi keperluan pribadinya.
- Semua biaya harus dicabarkan dan dicatat. Walaupun masalah sepele, seperti biaya parkir, biaya tol saat mengantarkan barang, dan biaya lain-lain yang memang dikeluarkan saat usaha itu berjalan. Seorang pelaku usaha juga harus disiplin, yang artinya selalu mencatat keluar masuknya biaya. Jangan sampai dihitung untung, tapi saat dilihat uangnya tidak pernah ada.
- Pengusaha juga harus menyisihkan uang cash (uang tunai) yang digunakan untuk biaya-biaya tak terduga. Pengusaha bangkrut bukan karena dia tidak pernah untung. Pengusaha bangkrut karena ia sudah tidak memiliki uang cash (tunai). Setiap usahanyarugi maka ia berusaha mencari uang cash untuk bisa tetap survive (mis. Hutang ke bank, menjual aset tanah dll). Namun saat semua aset sudah habis, dan tidak ada lagi cara untuk mendapatkan uang cash, usaha tersebut sudah tidak layak untuk dijalankan dan bangkrut.
- Pisahkan antara uang pribadi dengan uang operasional usaha. Saat semuanya bercampur, maka proses usaha akan terganggu, dan merusak operasional usaha itu sendiri.
Baca artikel lainnya, Jagung dan Manfaatnya, Manfaat Ubi Ungu, 19 Manfaat Makan Pisang, Kunjungi juga situs resmi kami http://bisnisrakyat.net/

